Minggu, 07 Oktober 2018

Peng. Teknologi Sistem Cerdas - TUGAS 1

Assalamu’alaikum wr, wb.
Haloha!! Selamat datang kembali di blog saya^^
Untuk kali ini saya akan update materi yang berkaitan dengan tugas softskill di semester 5 ini, salah satu matkul di kampus tersayang yaitu Gunadarma.
Pembahasan kali ini ialah mengenai Pengantar Teknologi Sistem Cerdas.
Yuk, berikut penjelasannya;)



Peng. Teknologi Sistem Cerdas


A. Definisi Peng. Teknologi Sistem Cerdas.



Disini saya akan bahas mengenai definisi dari Teknologi Sistem Cerdas itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, teknologi telah berkembang semakin pesat. Sebelumnya, apa kalian tahu definisi dari teknologi itu? Ya, teknologi adalah kumpulan alat, termasuk mesin, modifikasi, pengaturan dan prosedur yang digunakan oleh manusia. Teknologi dapat memengaruhi manusia serta kemampuan spesies hewan lain untuk mengendalikan dan beradaptasi dengan lingkungan alami mereka. Sebagai contoh dapat kita lihat dalam teknologi informasi, teknologi pertanian, teknologi komunikasi, dan lainnya.
     Lalu, apa itu sistem cerdas? Sistem cerdas adalah kecerdasan buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau intelegensi yang dianggap sebagai IA didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Pada umumnya, sistem ini dianggap komputer. Kecerdasan yang diciptakan lalu nantinya akan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan manusia sehari-hari. Dapat kita simpulkan bahwa sistem cerdas ini sangat membantu dan memudahkan manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Contoh bidang dalam sistem cerdas ini yaitu sistem pakar, robotika, dan lainnya.
        Bicara mengenai Sistem cerdas juga biasa disebut sebagai sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Kecerdasan Buatan (AI) adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi. Telah terbukti bahwa sudah banyak pemanfaatan kecerdasan buatan ini untuk membantu manusia seiring perkembangan jaman. Bisa kalian bayangkan seperti apa dan bagaimana kecerdasan buatan ini berkembang di masa yang akan datang?




B. Sejarah Teknologi Sistem Cerdas.


Setelah kita mengetahui definisi dari sistem cerdas itu sendiri, lalu kini tentu kalian ingin tahu bagaimana sejarah dan apa yang melatarbelakangi munculnya teknologi sistem cerdas yakni kecerdasan buatan.



Mesin Penghitung Digital (1642)

     Pada awal abad ke-17, Rene Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Lalu Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada tahun 1642. Pada abad ke-19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.
      Pada tahun 1950-an, Alan Turing seorang matematikawan dari Inggris, pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bisa tidaknya sebuah mesin dikatakan cerdas (dikenal dengan Turing Test) seolah-olah mesin mampu merespon terhadap serangkaian pertanyaan yang diajukan.
     Lalu adanya pula istilah kecerdasan buatan dimunculkan pertama kali pada tahun 1956 ketika John Mc Cathy dari Massachusets Institute of Technology (MIT) menciptakan bahasa pemrograman LISP.
    Loghic Theorist(1956), dperkenalkan pada Dartmouth Conference, program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika. Kemudian ada Mesin Neural Network pertama oleh Marvin Minsky(1958).
       Sad Sam, diprogran oleh Robert K. Lindsay (1960), program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapan.
     Lalu munculnya logika samar (1965) yang merupakan pelaksanaan konsep samar di atas system komputer. Ada ELIZA (1967) yang diprogram oleh Joseph Weizenbaum, yang mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan. Setahun kemudian pada 1968 ada program Microworld dengan penciptaan proyek SHRDLU yang merupakan Expert System yang pertama.
     Lanjut pada tahun 1972 muncul bahasa Prolog. Tiga tahun kemudian oleh John Holland mengatakan bahwa setiap problem berbentuk adaptasi secara umum dapat diformulasikan dalam terminologi genetika. Sistem catur AI mengalahkan manusia pada tahun 1991. Kemudian muncul robotika peranti mekanika yang diprogram untuk melakukan berbagai tugas.



C. Contoh Penerapan Teknologi Sistem Cerdas dikehidupan sehari-hari.

Disini saya akan memberikan beberapa contoh penerapan dari sistem cerdas yang telah dikembangkan serta dimanfaatkan dalam kehidupan kita.

1. Robot Cerdas Sophia.



Perkembangan teknologi makin hari semakin canggih. Menurut saya, dari sekian banyak pemanfaatan teknologi yang telah berkembang, terciptanya robot merupakan hal yang sangat unik. Terbukti dengan dibuatnya robot yang bernama Sophia yang telah mendapat kewarganegaraan dari Arab Saudi pada tahun 25 Oktober 2017 di Future Investment Summit Riyadh. Mengagumkan, bukan?
     Terciptanya robot Sophia ini oleh perusahaan Hanson Robotics yang berbasis di Hongkong. Robot Sophia ini tertanam kecerdasan buatan sebagai bentuk sistem cerdas yang dimilikinya. Terlebih lagi, hal terbaru yang dimiliki oleh wawasan atau pengetahuan pada robot ini ialah ingin memiliki anak dan memulai sebuah keluarga kecerdasan buatan sendiri. Wow!


2. Mesin Sidik Jari (Finger Print)



Contoh lain penerapan sistem cerdas ini ialah saya ambil contoh mesin sidik jari atau yang biasa kita sebut dengan finger print. Mesin sidik jari ini biasanya digunakan untuk sebagai absensi berbasis online yang bisa kita jumpai di sekolah atau perusahaan. Absensi sidik jari ini merupakan suatu metode baru yang dikembangkan menggunakan mesin dengan bantuan software untuk mengisi data kehadiran suatu komunitas, kelompok maupun instansi yang menggunakannya.
      Manusia pada dasarnya mempunyai sesuatu yang unik yang hanya dimiliki oleh dirinya sendiri, hal ini lah yang menjadi alasan dibuatnya teknologi sistem cerdas yang biasa disebut biometrik. Biometrik adalah metode untuk mengidentifikasi atau mengenali seseorang berdasarkan karakteristik fisik atau perilakunya. Salah satunya contoh pilihannya yaitu sidik jari.


3. Kran Air Otomatis.



Pernahkah kalian menjumpai kran air otomatis seperti gambar diatas? Yap! Gambar diatas merupakan contoh lain yang akan saya bahas disini. Kran air untuk mencuci tangan yang biasa kita jumpai di tempat makan tersebut menggunakan sensor infra merah, yang nantinya akan mendeteksi bila ada tangan yang mendekat ke arah kran dan akan mengirim perintah ke unit elektronik untuk membuka kran airnya. Air akan keluar dengan sendirinya tanpa perlu tangan kita untuk menekan atau memutar bagian atas dari kran tersebut. Mempermudah kita, bukan?
      Untuk lebih jelasnya, sistem sensor infra merah pada dasarnya menggunakan infra merah sebagai media untuk komunikasi data antara receiver dan transmitter. Sistem akan bekerja jika sinar infra merah yang dipancarkan terhalang oleh suatu benda yang mengakibatkan sinar infra merah tersebut tidak dapat terdeteksi oleh penerima.




Sebenarnya masih banyak contoh lain dari penerapan teknologi sistem cerdas. Tapi mungkin sekian yang dapat saya jelaskan mengenai gambaran apa itu teknologi sistem cerdas yang sangat bermanfaat untuk membantu manusia dalam melakukan suatu hal di kehidupan sehari-hari. Semoga kita sebagai generasi muda dapat melanjutkan dan bahkan menciptakan karya-karya baru yang bersifat positif dalam konteks masih seputar teknologi sistem cerdas yang unik dan berguna untuk masa depan.










R E F E R E N S I


Masthink. "Teknik dan Cara Kerja Mesin Sidik Jari (Finger Print)". Tersedia: https://masthink.wordpress.com/2012/11/13/teknis-dan-cara-kerja-mesin-sidik-jari-finger-print/   (13 November 2012).
Hanson Robotics. 2017. "Company". (http://www.hansonrobotics.com/about/company/) diakses pada tanggal 9 November 2017.

Fauzan, Roni. "Penerapan Sistem Cerdas Dalam Bisnis". Tersedia: http://ronibadur.blogspot.com/2012/07/penerapan-sistem-cerdas-dalam-bisnis.html (17 Juli 2012).
Wikipedia,Sophia((https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan#Sejarah_kecerdasan_buatan)) diakses pada tanggal 9 November 2017.







Sekian, semoga bermanfaat.
Kritik dan saran teman-teman sangat membantu^^
Wasalamuálaikum, wr.wb.

Rabu, 04 Juli 2018

Operasi Layanan dan Pengelolaan Layanan Bisnis

Assalamu’alaikum wr, wb.
Hai semua! Apa kabar kalian?
Untuk kali ini saya akan update materi yang juga berkaitan dengan tugas softskill di kampus saya.
Pembahasan kali ini ialah mengenai Operasi Layanan dan Pengelolaan Layanan Bisnis.
Yuk, berikut materinya.



Operasi Layanan dan Pengelolaan Layanan Bisnis.



A. Operasi Layanan.


- Pengantar.

Apa kalian tahu apa itu operasi layanan? Mari kita bahas. Menurut sumber yang saya baca, Operasi layanan adalah fase siklus hidup manajemen layanan TI yang bertanggung jawab untuk kegiatan bisnis seperti biasa. Jika layanan tidak dimanfaatkan atau tidak disampaikan secara efisien dan efektif, maka tidak akan memberikan nilai penuh, terlepas dari seberapa baik layanan dirancang. Ini merupakan operasi layanan yang bertanggung jawab untuk memanfaatkan proses untuk memberikan layanan kepada pengguna dan pelanggan.
    Operasi layanan adalah di mana nilai yang telah dimodelkan dalam strategi layanan dan dikonfirmasi melalui perancangan layanan dan transisi layanan benar-benar disampaikan. Tanpa operasi layanan yang menjalankan layanan seperti yang dirancang dan memanfaatkan proses yang dirancang, tidak akan ada kontrol dan pengelolaan layanan. Produksi metrik yang berarti oleh operasi layanan akan membentuk dasar dan titik awal untuk kegiatan peningkatan.


- Maksud dan Tujuan.


Tujuan operasi layanan adalah untuk mengatur dan melakukan kegiatan dan proses yang diperlukan untuk memberikan layanan kepada pengguna bisnis pada tingkat layanan yang telah disepakati. Selain itu, operasi layanan bertanggung jawab atas manajemen teknologi yang sedang berlangsung (infrastruktur dan aplikasi) yang digunakan untuk memberikan dan mendukung layanan.

Ada 'perdebatan' dinamis yang terjadi pada empat tingkat. Ini dikenal sebagai 'empat saldo operasi layanan':
  1. Pandangan bisnis internal TI melawan Pandangan bisnis eksternal: Pandangan bisnis eksternal TI akan berhubungan dengan layanan yang disampaikan kepada pengguna dan pelanggan sementara itu, secara internal dalam TI, layanan tersebut akan dipandang sebagai sejumlah komponen. Individu atau tim yang bertanggung jawab untuk menjalankan komponen tertentu mungkin tidak memahami bagaimana komponen mereka cocok dengan pengiriman keseluruhan layanan tertentu. Jika sebuah organisasi terlalu terfokus secara eksternal, ada risiko bahwa perjanjian akan dibuat dengan bisnis yang tidak dapat benar-benar disampaikan karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana bagian-bagian konstituen internal perlu beroperasi. Sebaliknya, organisasi yang terlalu terfokus secara internal kemungkinan akan kesulitan untuk memahami dan memberikan persyaratan bisnis.
  2. Stabilitas versus Daya Tanggap: Perubahan sering menjadi penyebab insiden dan hilangnya ketersediaan, sehingga mungkin tergoda untuk membatasi jumlah perubahan untuk meningkatkan stabilitas layanan. Namun, perubahan akan selalu dibutuhkan untuk menjaga agar layanan tetap up to date dan untuk mengadopsi kebutuhan bisnis yang berkembang. Keseimbangannya adalah antara dapat dengan cepat merespon perubahan dan berfokus pada stabilitas infrastruktur.
  3. Kualitas layanan melawan Biaya layanan: Akan selalu ada tekanan untuk meningkatkan kualitas layanan TI sambil mengendalikan biaya. Tekanan anggaran yang intensif dapat menyebabkan berkurangnya tingkat layanan dengan lebih banyak kegagalan dan lebih sedikit dukungan. Di sisi lain, organisasi yang tidak seimbang pada 'pihak lain' mungkin membayar terlalu banyak untuk layanan mereka dengan ketahanan yang dibangun yang tidak dapat dibenarkan. Kuncinya adalah memiliki dialog yang berarti mengenai memastikan biaya bahwa bisnis sepenuhnya memahami apa yang didapatnya dan tidak mendapatkan sejumlah uang tertentu dan apa yang akan diperolehnya jika menghabiskan lebih sedikit atau lebih banyak.
  4. Reaktif melawan Proaktif: Sebuah organisasi yang sangat proaktif akan selalu memprediksi di mana hal-hal bisa salah dan mengambil tindakan untuk mengurangi atau mencegah situasi. Diambil ke ekstrem, organisasi tersebut dapat lebih dari pemantauan dan menerapkan perubahan yang tidak perlu. Sebaliknya, organisasi yang benar-benar reaktif menghabiskan sebagian besar waktu mereka 'memadamkan api' dan menghadapi situasi ketika mereka muncul, dan mereka perlu bergerak lebih banyak ke pendekatan 'pencegahan kebakaran' untuk memprediksi dan menghindari insiden dan masalah.
- Nilai Operasional Layanan.


Setiap tahapan siklus hidup layanan ITIL menambah dan memberikan nilai bagi bisnis. Operasi layanan melakukan ini dengan melakukan proses dan menjalankan layanan sebagaimana dimaksud oleh strategi layanan, desain layanan dan tahap transisi layanan dari siklus hidup. Operasi layanan adalah wajah yang terlihat dari organisasi TI dan merupakan ‘yang terdekat’ bagi pengguna dan pelanggan. Penyampaian layanan yang efektif dan efisien adalah apa yang diharapkan dari operasi layanan.

- Fungsi dan Aktivitas Utama.

Proses apa saja yang dilakukan oleh operasi layanan ini?
  • Manajemen Acara: Ini adalah proses yang bertanggung jawab untuk memantau semua peristiwa di seluruh infrastruktur dan aplikasi TI untuk memastikan operasi normal. Manajemen acara ada untuk mendeteksi, mengeskalasi dan bereaksi terhadap pengecualian.
  • Manajemen Insiden: Ini adalah proses untuk menangani semua insiden. Yang mungkin insiden di mana layanan terganggu atau sebelum layanan terganggu.
  • Pemenuhan Permintaan: Ini adalah proses yang melakukan permintaan layanan dari pengguna. Permintaan pemenuhan mencakup permintaan perubahan standar, permintaan untuk informasi dan keluhan. Dari perspektif proses meja layanan. Pemenuhan permintaan cenderung untuk menutup semua panggilan yang bukan insiden atau berhubungan dengan masalah.
  • Manajemen Masalah: Proses ini bertanggung jawab atas pengelolaan semua masalah dalam infrastruktur TI. Proses ini mencakup analisis penyebab akar dan sampai  pada penyelesaian masalah. Manajemen masalah tetap bertanggung jawab hingga resolusi diimplementasikan melalui proses manajemen perubahan dan manajemen pembebasan.
  • Manajemen akses: Proses ini memungkinkan pengguna dengan tingkat otorisasi yang tepat untuk mengakses aplikasi atau layanan. Juga memastikan bahwa mereka yang tidak memiliki tingkat otorisasi yang diperlukan tidak dapat mengakses aplikasi dan layanan. Manajemen akses memungkinkan organisasi untuk mengontrol akses ke aplikasi dan layanan.
Lalu seperti apa fungsi dari operasi layanan ini?

  • Meja Layanan: Ini melakukan sejumlah proses, khususnya manajemen insiden dan pemenuhan permintaan. Meja layanan terdiri dari sekelompok staf yang dilatih untuk menangani acara layanan. Staf meja layanan akan memiliki akses ke alat yang diperlukan untuk mengelola acara-acara ini. Meja layanan harus menjadi titik kontak tunggal untuk pengguna TI dalam suatu organisasi.
  • Manajemen Teknis: Ini adalah fungsi yang menyediakan sumber daya dan memastikan bahwa pengetahuan tentang teknologi yang relevan selalu diperbarui. Manajemen teknis mencakup semua tim atau area yang mendukung penyampaian pengetahuan dan keahlian teknis. Ini termasuk tim seperti jaringan, mainframe, middleware, desktop, server, dan basis data.
  • Manajemen Aplikasi: Ini akan mengelola aplikasi melalui totalitas siklus hidup. Dimulai dengan 'ide' bisnis pertama dan selesai saat aplikasi tidak lagi digunakan. Manajemen aplikasi terlibat dalam desain, pengujian dan peningkatan berkelanjutan aplikasi dan layanan yang didukung oleh aplikasi.
  • Manajemen operasi TI: Ini bertanggung jawab untuk mengoperasikan organisasi infrastruktur dan aplikasi TI  pada basis sehari-hari.


B. Pengelolaan Layanan Bisnis.

Setelah tadi kita membahas apa itu operasi layanan, sekarang kita berlanjut ke materi mengenai Pengelolaan Layanan Bisnis. Ada beberapa point penting yang perlu kita bahas disini.
- Ruang Lingkup.

Setelah solusi manajemen layanan telah diterapkan, itu menjadi tidak penting untuk duduk dan berpikir bahwa pekerjaan telah selesai. Semua aspek lingkungan akan terus berubah, dan penyedia layanan harus selalu melanjutkan untuk mencari perbaikan. Perbaikan layanan berkelanjutan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa peningkatan ini diidentifikasi dan diimplementasikan. Kinerja dari penyedia layanan TI terus diukur dan perbaikan dilakukan untuk diproses, layanan TI dan infrastruktur TI untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan efektivitas biaya.

- Maksud dan Tujuan.

Maksud : Continual Service Improvement (CSI) bertujuan untuk memberikan nilai bisnis dengan memastikan bahwa implementasi manajemen layanan terus memberikan bisnis bermanfaat yang diinginkan.

Tujuan :
CSI memiliki tujuan berikut:
• Untuk meninjau, menganalisis, dan membuat rekomendasi tentang di mana perbaikan dapat dilakukan dibuat pada titik mana pun sepanjang siklus hidup.
• Untuk meninjau dan menganalisis pencapaian tingkat layanan terhadap target.
• Untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan kegiatan individu untuk meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi  & efektivitas proses manajemen layanan.
• Untuk meningkatkan efektivitas biaya pengiriman layanan TI tanpa berdampak kepuasan pelanggan.
• Menerapkan metode manajemen mutu untuk mendukung peningkatan berkelanjutan kegiatan.

Jadi, CSI harus menjadi tujuan bagi semua orang di organisasi, tetapi perbaikan kegiatan hanya akan terjadi jika dikelola dengan benar. Seperti contoh, seorang pemilik senior yang bertanggung jawab harus diangkat dan mereka harus memiliki otoritas yang tepat untuk mewujudkan sesuatu. Ini bukan peran yang sepele, karena perbaikan bisa berarti gangguan signifikan dari pola kerja saat ini.
        Kegiatan peningkatan perlu direncanakan dan dijadwalkan secara basis berkelanjutan dan efeknya dimonitor untuk memastikan bahwa perbaikan yang diinginkan adalah tercapai. Idealnya, budaya 'peningkatan' akan tertanam di dalam organisasi.

- Prinsip-Prinsip Umum.

Pendekatan peningkatan layanan berkelanjutan
Pendekatan peningkatan layanan berkelanjutan dapat diterapkan untuk semua rencana perbaikan. Pendekatan ini terdiri dari enam langkah:



  • Klarifikasi visi, dengan mempertimbangkan visi bisnis dan TI, misi, tujuan dan sasaran, dan memastikan bahwa setiap orang memiliki kesamaan pengertian. Visi aspiratif dan mewakili keadaan yang diinginkan.
  • Menilai situasi saat ini dan menetapkan garis dasar tepat di mana organisasi saat ini. Ini bisa menjadi tantangan dan perlu ada kejujuran, itulah sebabnya mengapa masukan eksternal dapat bermanfaat.
  • Menetapkan langkah-langkah menuju visi berdasarkan prioritas untuk perbaikan dan pengaturan target yang terukur. Biasanya tidak mungkin untuk melompat dari mana pun anda berada saat ini langsung ke negara yang diwakili oleh visi.
  • Mendokumentasikan rencana perbaikan, menggunakan layanan dan perbaikan proses teknik.
  • Pantau pencapaian, gunakan ukuran dan metrik yang tepat sebagai didefinisikan sebelumnya.
  • Pertahankan momentum dengan memastikan bahwa penyempurnaan tertanam dan mencari peluang peningkatan lebih lanjut.


- Hubungan dengan Manajemen Layanan lainnya.

ITIL merekomendasikan agar daftar CSI disimpan untuk mencatat peluang peningkatan dan kategorikan mereka menjadi kecil, sedang dan besar. Waktu yang diharapkan untuk diterapkan setiap peluang bersama dengan manfaat yang diantisipasi dan terukur seharusnya juga diindikasikan. Bersama-sama, informasi ini memungkinkan memprioritaskan peluang peningkatan. Daftar CSI harus diadakan sebagai bagian dari sistem manajemen pengetahuan layanan. Daftar CSI adalah tanggung jawab dan akuntabilitas manajer CSI.






R E F E R E N S I

Brewster Ernest, Griffiths Richard, Lawes Aidan dan Sansbury John. 2012. IT Service Management. United Kingdom : The Chartered Institute for IT.







Sekian, semoga bermanfaat.
Kritik dan saran teman-teman sangat membantu^^

Wasalamuálaikum, wr.wb.