Minggu, 19 November 2017

System Development Life Cycle

Assalamu’alaikum wr, wb.
Halo para pembaca setia!! hihi.
Kali ini, saya akan meng-post sebuah materi yang berkaitan dengan tugas softskill salah satu matkul di kampus Universitas Gunadarma.
Pembahasan mengenai semua hal yang berkaitan dengan SDLC. Pada bingung kan? 
Yuk, mari disimak^^



System Development Life Cycle

Mungkin diantara kalian masih ada yang bingung seperti apa itu SDLC, lalu apa saja tahapan-tahapan/fase-fase dalam System Development Life Cycle(SDLC). Nah kali ini kita akan membahas mengenai SDLC serta beberapa tahapan yang ada dalam SDLC.
  • Sejarah SDLC.


SDLC merupakan salah satu istilah yang sudah tidak asing lagi bagi para programmer dan juga teknisi IT yang biasa melakukan pengembangan terhadap sebuah sistem. Ya, SDLC sendiri merupakan kependekan dari System Development Life Cycle. Atau dalam bahasa Indonesia bisa kita artikan sebagai sebuah siklus dari pengembangan sistem. Pada dasarnya, SDLC ini berisi beberapa tahapan yang menggambarkan mengenai siklus dari sebuah sistem yang dikembangkan untuk tujuan tertentu.
Pengembangan sistem siklus hidup, menurut Elliott & Strachan & Radford (2004), “berasal pada tahun 1960, untuk mengembangkan skala besar fungsional sistem bisnis di zaman skala besar konglomerat bisnis . Sistem informasi kegiatan berkisar berat pengolahan data dan angka-angka rutinitas “.
Beberapa kerangka kerja pengembangan sistem telah sebagian didasarkan pada SDLC, seperti analisis sistem terstruktur dan metode desain (SSADM) diproduksi untuk pemerintah Inggris Kantor Pemerintah Commerce pada 1980-an. Sejak saat itu, menurut Elliott (2004), “pendekatan siklus kehidupan tradisional untuk pengembangan sistem telah semakin digantikan dengan alternatif pendekatan dan kerangka kerja, yang berusaha mengatasi beberapa kekurangan yang melekat pada SDLC tradisional”.
Setiap SDLC harus menghasilkan sistem berkualitas tinggi yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan, mencapai selesai dalam waktu dan perkiraan biaya, bekerja secara efektif dan efisien di saat ini dan direncanakan Teknologi Informasi infrastruktur , dan murah untuk mempertahankan dan biaya-efektif untuk meningkatkan.
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa SDLC (System Development Life Cycle) adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi.


  • Langkah yang digunakan.


Dalam kegiatan praktisnya, ada beberapa langkah – langkah penting yang dapat membantu proses berlangsungnya pengembangan sistem ini. Berikut ini adalah beberapa langkah- langkah penting yang bisa diterapkan oleh para programmer atau analisis sistem dalam menerapkan pengembangan sistem :
1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6. Merancang sistem informasi baru
7. Membangun sistem informasi baru
8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan.

  • Fase-fase Sistem Development Life Cycle (SDLC).

Selanjutnya kita masuk ke bagian yang berisi beberapa tahapan yang menggambarkan mengenai siklus dari sebuah sistem yang dikembangkan untuk tujuan tertentu. Ada beberapa tahap yang harus dilewati dalam proses pengembangan sistem, yaitu:
1. Analisis Sistem
Tahapan dari SDLC yang pertama adalah melakukan analisis terhadap sistem. Analisa sistem adalah tahap di mana dilakukan beberapa aktivitas berikut:
• Melakukan studi literatur untuk menemukan suatu kasus yang bisa ditangani oleh sistem.
• Brainstorming dalam tim pengembang mengenai kasus mana yang paling tepat dimodelkan dengan sistem.
• Mengklasifikasikan masalah, peluang, dan solusi yang mungkin diterapkan untuk kasus tersebut.
• Analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasan sistem.
• Mendefinisikan kebutuhan sistem.
2. Spesifikasi Kebutuhan Sistem
Tahapan kedua pada siklus SDLC adalah tahapan spesifikasi dari kebutuhan sistem. Pada tahap ini, seluruh hasil analisis yang dilakukan pada tahap pertama akan dikaji lebih mendalam untuk mendapatkan spesifikasi yang dibutuhkan dalam pengembangan sebuah sistem. Hal ini nantinya akan sangat bermanfaat terutama apabila kita ingin membangun sebuah sistem yang sangat besar. Dengan adanya spesifikasi kebutuhan sistem, maka setiap teknisi dan juga pengembang akan mampu membuat sebuah sistem yang sesuai dengan kebutuhan yang ada, serta mampu untuk menjalankan sistem tersebut sesuai dengan peruntukkannya, dan tentu saja dapat berjalan pada spesifikasi spesifikasi tertentu
3. Perancangan Sistem
Tahapan berikutnya dari siklus SDLC pada sebuah sistem adalah perancangan terhadap sistem. Ini merupakan tahapan kelanjutan dari spesifikasi kebutuhan sistem. Tahap ini merupakan tahap dimana seluruh hasil analisa dan juga hasil pembahasan mengenai spesifikasi sistem diterapkan menjadi sebuah rancangan atau cetak biru dari sebuah sistem. Lebih menekankan pada aspek studi kelayakan pengembangan sistem (feasibility study).
Aktivitas-aktivitas yang ada meliputi :
-Pembentukan dan konsolidasi tim pengembang.
-Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan.
-Mengidentifikasi apakah masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan melalui pengembangan sistem.
-Menentukan dan evaluasi strategi yang akan digunakan dalam pengembangan sistem.
-Penentuan prioritas teknologi dan pemilihan aplikasi.
4. Pengembangan Sistem
Tahap berikutnya dari tahapan SDLC ini adalah tahapan pengembangan sistem. Tahapan pengembangan sistem ini merupakan tahapan dimana rancangan atau cetak biru sistem ini mulai dikerjakan dan dibuat atau diimplementasikan menjadi sebuah sistem yang utuh, dan dapat digunakan. Apabila dianalogikan dengan pembangunan gedung, maka tahap ini merupakan tahap dimana gedung atau rumah mulai dibangun, mulai dari pembuatan pondasi, hingga penempatan besi baja ataupun alat konstruksi lainnya. Tahap ini merupakan tahapan yang cukup lama, karena dalam prakteknya tahap pengembangan sistem ini bisa saja menemui kendala – kendala baru yang menyebabkan proyek menjadi terhambat, sehingga dibutuhkan analisis tambahan, ataupun perancangan tambahan. Bahkan, bukan tidak mungkin pada tahap ini terjadi perubahan perancangan sistem oleh karena satu dan lain hal.
5. Pengujian Sistem
Setelah sistem selesai dikembangkan dan juga dibuat, maka sistem tersebut tidak akan langsung digunakan secara umum ataupun secara komersil. Tentu saja harus ada proses pengujian terhadap sistem yang sudah dikembangkan tersebut. Tahap pengujian sistem ini merupakan waktu yang tepat untuk mencoba apakah sistem yang sudah berhasil dikembangkan memang dapat bekerja degnan optimal dan juga sempurna. Apabila memang dapat bekerja dengan baik dan sempurna, maka sistem siap untuk digunakan.
Dalam tahap ini, ada banyak hal yang harus diperhitungkan, mulai dari kemudahan penggunaan sistem, hingga pencapaian tujuan dari sistem yang sudah disusun sejak perancangan sistem. Apabila terjadi kesalahan, atau sistem tidak dapat berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya, maka tahap 1 hingga tahap 4 harus diperbaharui, diulangi, atau bahkan bisa saja mengalami perombakan total.
6. Implementasi dan Pemeliharaan Sistem
Tahap ini bisa dibilang sebagai tahapan final atau tahapan akhir dari satu buah siklus SDLC. Tahapan ini merupakan tahapan dimana sebuah sistem sudah selesai dibuat, sudah diujicoba, dan dapat bekerja dengan baik dan juga optimal. Ketika tahapan sebelumnya sudah berhasil dilewati, maka ini lah saatnya sistem tersebut mulai diimplementasikan dan digunakan secara real oleh user yang membutuhkan.

Dalam implementasi, dilakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut:
-Pembuatan database sesuai skema rancangan.
-Pembuatan aplikasi berdasarkan desain sistem.
-Pengujian dan perbaikan aplikasi (debugging).

Dalam prakteknya, tahap terakhir ini tidak hanya berhenti pada proses implementasi dan juga penginstallan saja, namun juga melakukan proses pemeliharaan terhadap sistem yang ada, sehingga dapat menjamin bahwa sistem tersebut akan tetap berfungsi secara normal dan juga optimal setiap saat. Dilakukan oleh admin yang ditunjuk untuk menjaga sistem tetap mampu beroperasi secara benar melalui kemampuan sistem dalam mengadaptasikan diri sesuai dengan kebutuhan.
  • Kelebihan dan Kekurangan SDLC.

Kelebihan: Menyediakan tahapan yang dapat digunakan sebagai pedoman serta mengembangkan system akan memberikan hasil sistem yang lebih baik karena sistem di analisis dan dirancang secara keseluruhan sebelum diimplementasikan.

Kekurangan :
-Hasil dari SDLC tergantung pada hasil analisis, sehingga jika terdapat kesalahan ditahap analisis akan terbawa terus ke hasil.
-Sistem yang kurang memuaskan dibutuhkan biaya yang lebih besar jika dibandingkan metode yang lainnya.
-Dibutuhkan waktu yang lama untuk mengembangkannya karena sebuah sistem harus dikembangkan sampai selesai terlebih dahulu.

  • Manfaat dari siklus hidup SDLC:

-Meningkatkan Proses.
-Mengurangi Kesalahan saat pengkodean.
-Fitur-fitur yang tida digunakan dinonaktifkan secara default.
-Melindungi, membentengi, mendeteksi, menyimpan, dan mengatur.
-Meminimumkan penggunaan Hak.

  • Cara Mengimplementasikan.

Dalam pengembangan system menggunakan SDLC ada beberapa cara untuk mengimplementasinya dengan metodologi atau teknik.

Macam-macam teknik:
- prototyping
- waterfall
- Spiral
- v-model
- formal method
- extreme programming

1. Prototyping.
Prototyping adalah salah satu pendekatan dalam rekayasa perangkat lunak yang secara langsung mendemonstrasikan bagaimana sebuah perangkat lunak atau komponen-komponen perangkat lunak akan bekerja dalam lingkungannya sebelum tahapan konstruksi aktual dilakukan (Howard, 1997). 


Beberapa model prototype adalah sebagai berikut :
- Reusable prototype : Prototype yang akan ditransformasikan menjadi produk final.
-Throwaway prototype : Prototype yang akan dibuang begitu selesai menjalankan maksudnya.
- Input/output prototype : Prototype yang terbatas pada antar muka pengguna (user interface).
-Processing prototype : Prototype yang meliputi perawatan file dasar dan proses-proses transaksi
- System prototype : Prototype yang berupa model lengkap dari perangkat lunak.

Proses pada model prototyping adalah sebagai berikut :
- Pengumpulan kebutuhan
- Perancangan
- Evaluasi prototype
Keuntungan menggunakan prototype model, yaitu :
- Prototyping adalah model aktif, tidak pasif, sehingga end user dapat melihat, merasakan, dan  mengalaminya.
- Kesalahan yang terjadi dalam prototyping dapat dideteksi lebih dini.
     
 Kekurangan menggunakan prototype model, yaitu :
- Prototyping tidak menolak kebutuhan dari fase analisis sistem. Prototype hanya dapat memecahkan masalah yang salah dan memberi kesempatan sebagai sistem pengembangan konvensional.
            - Prototyping dapat mengurangi kreatifitas perancangan.

2. Waterfall.

 Waterfall, merupakan SDLC tertua karena sifatnya yang natural. Urutan SDLC waterfall ini bersifat serial dari proses perencanaan, analisa, desain, dan implementasi pada sistem. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding, testing / verification, dan maintenance. Disebut dengan waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.



Kelebihan :
–   Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
–   Cocok untuk system software berskala besar.
–   Cocok untuk system software yang bersifat generic.
–   Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.
Kekurangan :               
–   Persyaratan system harus digambarkan dengan jelas.
–   Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
–  Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan

3. Spiral.

Aktifitasnya:
1. Komunikasi dengan pemakai
2. Perencanaan
3. Analisis resiko
4. Rekayasa
5. Konstruksi dan pelepasan
6. Evaluasi

Kelemahannnya
1. Sulit untuk meyakinkan pemakai
2. Memerlukan tanaga ahli
3. Belum terbukti apakah metode ini cukup efisien



Proses bentuk spiral:
1. Tiap loop mewakili 1 proses
2. Loop paling dalam focus pada kelayakan dari sistem
3. Loop selanjutnya definisi kebutuhan berkaitan dengan desain sistem , dst.
Spiral model menentukan tujuan
- Penanganan and penanggulangan resiko
- Pembangunan dan pengujian
- Planning
- Risk analisis
- Engineering
- Construction and release
- Customer evaluation

Win-win Spiral
- Perluasan spiral model
- Fase tertentu dapat diulang oleh pembuat project
- tanpa harus mengulang dari awal

Kesimpulan:
1. Pada model spiral, resiko sangat di pertimbangkan
2. Resiko adalah yang mungkin menyebabkan kesalahan
3. Pendekatan yang realistis untuk PL berskala besar.

4. V-Model.

Bisa dikatakan model ini merupakan perluasan dari model waterfall. Disebut sebagai perluasan karena tahap-tahapnya mirip dengan yang terdapat dalam model waterfall. Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear, maka dalam model V proses dilakukan bercabang.



 Kelebihan V model:
 V model sangat fleksibel. V model ini bisa digunakan untuk project tailoring serta penambahan pengurangan method dan tool secara dinamik.
  V model dikembangkan dan di maintain oleh publik. User dari V model berpartisipasi dalam change board yang memproses semua change request terhadap V model.
Kekuranagn V model:
 V model hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek hal tersebut disebabkan kerena V model merupakan model yang project oriented.
V model bersifat terlalu fleksibel sehingga mengakibatkan beberapa aktivitas-aktivitas yang digambarkan dalam V model menjadi terlalu abstrak. Hal tersebut mengakibatkan tidak bisa diketahui dengan jelas apa yang termasuk dalam activity tersebut dan apa yang tidak.

5. Formal Method.

Teknik formal method adalah teknik yang mengandalkan perhitungan matematika dalam setiap prosesnya. Hanya digunakan pada system yang sangat memperhatikan keamanan atau keselamatan dari pengguna. Contoh penggunaan ini adalah Aerospace Engineering.


Keuntungan menggunakan teknik formal method adalah meminimalkan resiko dengan adanya perhitungan komputansi.
Sedangkan kerugiannya adalah:
a. Biaya Tinggi
b. Kompleks
c. Tidak Umum untuk Proyek Software pad umumnya.

6. Extreme programming

Merupakan bagian dari metode agile software development. Extreme Programming (XP) adalah metodologi pengembangan perangkat lunak yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak dan tanggap terhadap perubahan kebutuhan pelanggan. Sebagai jenis pengembangan perangkat lunak tangkas, advokasi yang sering "rilis" dalam siklus pengembangan yang singkat (timeboxing), yang dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas dan memperkenalkan pos pemeriksaan di mana persyaratan pelanggan baru dapat diadopsi.


Unsur-unsur lain dari Extreme Programming meliputi: pemrograman berpasangan atau melakukan review kode yang luas, unit testing kode semua, menghindari pemrograman fitur sampai mereka benar-benar diperlukan, struktur manajemen datar, kesederhanaan dan kejelasan dalam kode, mengharapkan perubahan dalam kebutuhan pelanggan sebagai waktu berlalu dan masalah lebih baik dipahami, dan komunikasi yang sering dengan pelanggan dan di antara programer.
Keuntungan:
-Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Klien.
-Meningkatkan Komunikasi dan Sifat Saling Menghargai antar Developer.
Kelemahan:
-Developer harus selalu siap dengan perubahan karena perubahan selalu diterima.




R E F E R E N S I

Broto, Ismo. SDLC (Systems Development Life Cycle). Di ambil dari : http://www.academia.edu/8309937/SDLC_Systems_Development_Life_Cycle_

Dinand. 6 Tahapan SDLC yang Pelu di Ketahui. Diambil dari : https://dosenit.com/software/tahapan-sdlc. (13 Oktober 2016).

Fernandaguns. SDLC – Sistem Informasi Manajemen. Diambil dari :  http://fernandaguns.ilearning.me/2016/03/08/sdlc-sistem-informasi-manajemen/ (8 Maret 2016).




Sekian, semoga dapat mudah dimengerti.
Kritik dan saran teman-teman sekalian sangat membantu^^
Wa’alaikumsalam, wr,wb.

Sejarah Perkembangan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

Assalamu’alaikum wr, wb.
Kali ini saya akan meng-post sebuah materi yang berkaitan dengan tugas softskill salah satu matkul di kampus tercinta, Universitas Gunadarma.
Untuk pembahasan tugas satu ini yaitu mengenai bagaimana perkembangan sistem informasi dan juga teknologi informasi dari jaman sebelum masehi sampai berkembang pesat seperti sekarang.

Yuk, mari disimak^^




Sejarah Perkembangan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi

Sebelum kita membahas langsung pada sejarah perkembangan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, alangkah baiknya kita mengetahui apa itu pengertian dan perbedaan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi.
     Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Sedangkan Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999).

Perbedaan antara Teknologi Informasi dengan Sistem Informasi

Perbedaannya Sistem informasi mencangkup seluruh sistem didalam perusahaan secara keseluruhan termasuk teknologi informasi, akuntansi, manajemen, dan lain - lain di dalamnya, sedangkan teknologi informasi ada untuk membantu / menunjang kegiatan sistem informasi, diantaranya pembuatan hardware, software, network, database, dll.Pada awalnya sistem informasi tidak harus dikaitkan dengan teknologi informasi, namun seiring perkembangan jaman, saat ini suatu sistem informasi tidak dapat lepas dari penggunaan teknologi informasi.

  • Perkembangan Sistem Informasi

Manusia mulai mempertukarkan informasi sejak dahulu kala, sekitar 3000 tahun sebelum masehi atau lebih dari 5000 tahun yang lalu. Cara mempertukarkan informasi itu adalah dengan menuliskannya pada batu, kayu, papirus atau tanah liat. Ada empat tahapan yang dilalui dalam perkembangan sistem informasi,diantaranya yaitu seperti berikut.

Periode pertama: Pra Mekanik

Pada periode ini, komunikasi menggunakan simbol untuk menyampaikan informasi. Pada tahun 3000-2000 sebelum masehi, manusia menggunakan gambar juga untuk menyampaikan pesan. Contohnya adalah bangsa Fenisia yang mendiami Timur Tengah (saat ini Lebanon) menciptakan model yang sama. Bangsa Yunani Kuno mengadaptasi simbol milik bangsa Fenisia dengan menambahkan huruf vokal yang membuatnya mudah digunakan. Bangsa Romawi Kuno kemudian memakainya juga, yang mana saat ini menjadi alfabet yang kita kenal dan gunakan saat ini. Pembuatan buku dari papirus yang dilekatkan dimulai pada tahun 600 sebelum masehi. Pada awalnya hanya pemuka agama dan pemimpin yang memiliki koleksi buku. Setelah itu ada bangsa Mesir Kuno yang menciptakan sistem angka, sehingga juga mengarahkan pada penemuan alat bantu hitung yang disebut abakus.

Periode kedua : Mekanik

Masa ini termasuk dalam masa abad pertengahan. Dimana orang sudah menggunakan peralatan untuk menyimpan, mengolah dan merekam informasi. Salah satu penemuan terpenting dalam masa ini adalah mesin cetak Gutenburg dari Jerman. Penyampaian informasi menjadi lebih mudah dikarenakan mesin cetak dapat memproduksi tulisan yang sama dalam jumlah besar. Pada tahun 1600, komputer atau mesin hitung pertama kali diciptakan oleh Blaise Pascal. Komputer ini disebut sebagai Pascaline dan dianggap sebagai titik awal mesin menggantikan otak manusia dalam menghitung data.

Periode ketiga : Elektromekanik

Pada masa ini, penggunaan listrik untuk memberikan energi untuk menjalankan penemuan mesin sesudah Pascaline terus ditemukan. Pada periode ini pula diciptakan telepon dan kode Morse untuk digunakan dalam komunikasi jarak jauh secara langsung. Kemudian diperkenalkan komputer pertama yang digunakan untuk menyimpan program dan data pada awal 1948. Komputer tersebut adalah Dubbed Manchester Mark 1. Komputer ini adalah awal penemuan teknologi selanjutnya yang sekarang menjadi komputer, laptop, tablet dan smartphone.

Periode keempat : Elektronik

Jean Hoerni mengembangkan transistor planar pada tahun 1957. Alat ini dapat mengintegrasikan semua sirkuit yang diciptakan tahun-tahun selanjutnya. Pada tahun 1960, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mendirikan ARPANET (Advanced Research Project Agency NETwork) yang mana ini adalah cikal bakal dari Internet yang anda gunakan sekarang ini. Pada saat itu ARPANET hanya digunakan untuk pemerintah, penelitian dan universitas. Peneliti dari MIT yang bernama Licklider memperluas ARPANET ke jaringan komputer di seluruh dunia untuk interaksi sosial. Ini terjadi pada tahun 1962. Pada tahun 1968, Andrew Grove, Gordon Moore dan Robert Noyce telah menciptakan mikrochip pertama kalinya. Mereka lalu menjual rancangan tersebut kepada intel untuk diproduksi secara massal.
Setelah keempat era ini, perkembangan teknologi berlangsung secara cepat. Ditemukannya sistem operasi UNIX, komputer dari Apple, sistem operasi Windows, Linux, era dot com dan masih penemuan terbaru lainnya.

  • Perkembangan Teknologi Informasi.

Pengembangan teknologi hardware cenderung menuju ukuran yang kecil dengan kemampuan serta kapasitas yang tinggi. Perkembangan teknologi informasi telah memunculkan berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi, seperti e-government, e-commerce, e-education dan lainnya. Ada beberapa tahapan yang dilalui dalam perkembangan teknologi informasi,diantaranya yaitu seperti berikut.
-Zaman Prasejarah.
Masa (… s/d 3000 SM)Pada zaman ini, yang dilakukan manusia berfungsi sebagai system untuk pengenalan bentuk-bentuk yang manusia kenal. Mulai diciptakannya alat-alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, dan isyarat asap sebagai tanda bahaya.
-Masa Sejarah (3000 SM s/d 1400 M)Pada masa ini teknologi informasi belum menjadi teknologi masal seperti yang kita kenal sekarang ini.

            Masa 3000 SM.            Untuk pertama kalinya tulisan digunakan oleh bangsa Sumeria dengan symbol-simbol yang dibentuk dari pictograf sebagai huruf. Symbol atau huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi yang berbeda sehingga bias menjadi kata, kalimat atau Bahasa. Ada juga penggunaan huruf hierogliph pada bangsa Mesir Kuno yang merupakan Bahasa symbol dimana setiap ungkapan diwakili oleh symbol yang berbeda. Bentuk tulisan ini lebih maju dibanding tulisan bangsa Sumeria.
-500 SM.Adanya serat papyrus yang digunakan sebagai kertas untuk menjadi media menulis yang lebih kuat dan fleksibel dibanding lempengan tanah liat yang sebelumnya digunakan.-105 M.Bangsa Cina menemukan kertas. Terbuat dari serta bambu yang dihaluskan, disaring, dicuci dan kemudian diratakan dan dikeringkan. Adapun penemuan system pencetakan yang dilakukan dengan blok kayu yang ditoreh dan dilumuri oleh tinta atau system cap.

-Masa Modern (1400 M s/d sekarang)

Tahun 1455 à mesin cetak yang menggunakan plat huruf terbuat dari besi dan bias diganti dalam bingkai yang terbuat dari kayu, oleh Johann Guntenberg.

Tahun 1830 à Augusta Lady Byron menulis program computer yang pertama didunia bekerja sama dengan Charles Babbage menggunakan mesin analyticalnya. Alat tersebut didesain untuk memasukkan data, mengolah data,  dan menghasilkan bentuk keluaran dalam bentuk kartu. Mesin ini dikenal sebagai computer digital yang pertama walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis.

Tahun 1861à adanya gambar bergerak yang diproyeksikan ke dalam sebuah layar pertama kali digunakan sebagai cikal bakal film. Biasa dengan sebutan layar tancap.

Tahun 1876 à ditandai dengan tokoh Melvyl Dewey mengembangkan system penulisan decimal.

Tahun 1877 à Alexander Graham Bell menciptakan telepon secara umum. Edward Maybridge yang menemukan fotografi dengan kecepatan tinggi.

Tahun 1899 àdipergunakannya system penyimpanan dalam tape(pita) magnetis yang pertama namun masih bersifat analog.

Tahun 1923 à Zvorkyn yang menciptakan tabung TV pertama.

Tahun 1940 à Dimulainya pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi pada perang dunia 2 yang digunakan untuk kepentingan pengiriman dan penerimaan dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tape.

Tahun 1945 à Vannevar Bush mengembangkan system pengkodean menggunakan hypertext.

Tahun 1946 àENIAC 1 dikembangkan.

Tahun 1948 à para peneliti di Bell Telephone mengembangkan transistor.

Tahun 1957 à Jean Hoerni mengembangkan transistor planar. USSR meluncurkna Sputnik sebagai satelit bumi buatan pertama yang bertugas sebagai mata-mata.

Tahun 1972 à Ray Tomlonson menciptakan program E-mail pertama yang digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh menggunakan teks.

Tahun 1973-1990 à Istilah Internet diperkenalkan dalam paper mengenai TCP/IP kemudian dikembangkan sebuah protocol jaringan yang kemudian dikenal dengan nama TCP/IP yang dikembangkan oleh grup DARPA. Kemudian tahun 1986 IETF mengembangkan sebuah server yang berfungsi sebagai alat korrdinasi diantaranya DARPA, ARPANET, DDN, dan Internet Gateway.

Tahun 1991-sekarang àsystem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya operasionalnay memungut bayaran dari para anggotanya. Tahun 1992 pembetukan komunitas internet, kemudian dikenalkannya istilah World Wide Web(WWW) oleh CERN. Tahun 1993, NSF membentuk interNIC untuk menyediakan jasa pelayanan internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database, jasa registrasi dan jasa informasi. Tahun 1994 pertumbuhan internet sangat cepat dan merambah kedalam segala segi kehidupan. Tahun 1995, perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di Backbone. Langkah ini memulai pengembangan teknologi informasi khususnya internet dan penelitian untuk mengembangkan system dan alat yang lebih canggih.


Teknologi komputer dikelompokkan ke dalam beberapa kategori kronologis yang disebut dengan generasi. Generasi komputer dimaknai sebagai sebuah tahapan pencapaian dalam teknologi komputer baik hardware maupun software. Selain itu, generasi komputer juga merefleksikan pertumbuhan industri komputer. Berikut adalah evolusi komputer yang dibagi ke dalam berbagai generasi yang berbeda :
Komputer Generasi Pertama (1946-1959)
Komputer generasi pertama adalah Electronic Numerical Integrator and Calculator (ENIAC) yang merupakan komputer digital elektronik yang digunakan untuk kebutuhan umum. Program ENIAC dirancang pada tahun 1942, dan mulai dibuat pada tahun 1943 oleh Dr. John W. Mauchly dan John Presper Eckert di Moore School of Electrical Engineering (University of Pennsylvania) dan baru selesai pada tahun 1946. ENIAC berukuran sangat besar, untuk penempatannya membutuhkan ruang 500m2. ENIAC menggunakan 18.000 tabung hampa udara, 75.000 relay dan saklar, 10.000 kapasitor, dan 70.000 resistor. Ketika dioperasikan, ENIAC membutuhkan daya listrik sebesar 140 kilowatt dengan berat lebih dari 30 ton, dan menempati ruangan 167 m2. Yang pertama kali dikembangkan adalah komputer untuk desain pesawat dan peluru kendali. Ilmuwan yang menggagas konsep pengembangan tersebut adalah Konrad Zuse, seorang Insinyur asal Jerman. 
Komputer Generasi I memiliki ciri khas, yakni instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk satu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner masing – masing yang berbeda yang disebut “Bahasa Mesin”(Machine Language).Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.
Karakteristik komputer Generasi I :
a. Sirkuitnya Menggunakan Tabung Hampa.
b.  Komputer mempunyai silinder magnetik untuk menyimpan data.
c. Programnya hanya bisa dibuat menggunakan bahasa mesin.
d. Instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk tugas tertentu.
e. Menggunakan Konsep Stored Program dengan memori utamanya adalah Magnetic Core Storage.
f. Menggunakan Simpanan Luar Magnetic Tape dan Magnetic Disk.
g. Ukuran fisik komputer besar, memerlukan ruang yang luas.
h. Suhunya cepat panas, sehingga diperlukan pendingin.
i.  Prosesnya kurang cepat.
j. Daya simpannya kecil.
k. Membutuhkan daya listrik yang besar.

Komputer Generasi Kedua (1959 – 1964)

Karena generasi 1 berukuran sangat besar maka para ilmuwan mulai mengembangkan teknologi resistor. Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi resistor ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya.
Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan. Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada computer. Jenis-jenis komputer lain yang muncul pada generasi ini diantaranya UNIVAC III, UNIVAC SS80, SS90, dan 1107, IBM 7070, 7080, 1400, dan 1600.
Karakteristik Komputer Grenerasi II:
a. Memiliki transistor dibanding dengan tabung.
b. Memiliki sistem penyimpanannya sendiri. Yaitu, Kapasitas memori utama dikembangkan dari Magnetic Core Storage dan menggunakan simpanan luar berupa Magnetic Tape dan Magnetic Disk.
c. Tidak lagi menggunakan bahasa assembly
Komputer Generasi Ketiga (1964 – 1970)

Jack Billy pada 1958, menciptakan komponen yang lebih canggih dibandingkan transistor yang membuat komputer cepat panas tadi. Yakni IC atau Integrated Circuitchip kecil yang mampu menampung banyak komponen menjadi satu.
Karakteristik komputer generasi ketiga adalah:
a. Karena menggunakan IC maka kinerja komputer menjadi lebih cepat dan tepat. Kecepatannya hampir 10.000 kali lebih cepat dari komputer generasi pertama.
b. Kemampuan melakukan multiprocessing dan multitasking.
c. Kapasitas memori lebih besar, dan dapat menyimpan ratusan ribu karakter (sebelumnya hanya puluhan ribu).

        Produk Komputer Generasi III adalah IBM S/360, UNIVAC 1108, UNIVAC 9000, Burroughts 5700, 6700, 7700, NCR Century, GE 600, CDC 3000, 6000, dan 7000, PDP-8, dan PDP-11 (pabrik pembuatnya adalah Digital Equipment Corporation)
Komputer Generasi Keempat (1979 – 2000an)
Pada generasi ini, komputer yang menggunakan chip IC kemudian dikembangkan lagi. Perusahaan Very Large Scale Integration mencoba melakukan pengembangan tersebut pada 1980-an. Walhasil, satu chip tunggal dapat menampung ribuan komponen.
Sejak tahun 1970 ada dua perkembangan yang dianggap sebagai komputer generasi IV. Pertama, penggunaan Large Scale Integration (LSI) yang disebut juga dengan nama Bipolar Large Large Scale Integration. LSI merupakan pemadatan beribu-ribu IC yang dijadikan satu dalam sebuah keping IC yang disebut chip. Istilah chip digunakan untuk menunjukkan suatu lempengan persegi empat yang memuat rangkaian terpadu IC. LSI kemudian dikembangkan menjadi Very Large Scale Integration (VLSI) yang dapat menampung puluhan ribu hingga ratusan ribu IC.
Selanjutnya dikembangkannya komputer mikro yang menggunakan mikroprosesor dan semikonduktor yang berbentuk chip untuk memori komputer internal sementara generasi sebelumnya menggunakan magnetic core storage. Perusahaan Intel pada tahun 1971 memperkenalkan mikrokomputer 4 bit yang menggunakan chip prosesor dengan nama 4004 yang berisi 230 transistor dan berjalan pada 108 KHz (Kilo-Hertz) dan dapat mengeksekusi 60.000 operasi per detik.Dilanjutkan pada tahun 1972, Intel memperkenalkan mikrokomputer 8008 yang memproses 8 bit informasi pada satu waktu. Selanjutnya mikroprosesor 8080 dibuat pada tahun 1974, dan merupakan prosesor untuk tujuan umum pertama.
Karakteristik Komputer Generasi IV:
a. Tampilan monitor masih satu warna (green color).
b. Adanya mikrocomputer.
c. Muncul istilah PC (personal Computer).

            Produk Komputer Generasi IV adalah IBM 370, Apple I dan Apple II, PDP-11, VisiCalc, dan Altair yang menggunakan prosesor Intel 8080, dengan sistem operasi CP/M (Control Program for Microprocessor), dengan bahasa pemrograman Microsoft Basic (Beginners Allpurpose Symbolic Instruction Code)/

Komputer Generasi Kelima (Sekarang)
Sejarah perkembangan komputer generasi kelima adalah komputer yang kita gunakan sekarang ini. Pada generasi ini ditandai dengan munculnya: LSI (Large Scale Integration) yang merupakan pemadatan ribuan microprocessor ke dalam sebuah microprocesor. Selain itu, juga ditandai dengan munculnya microprocessor dan semi conductor.Perusahaan-perusahaan yang membuat micro-processor di antaranya adalah Intel Corporation, Motorola, Zilog dan lainnya lagi. Di pasaran bisa kita lihat adanya microprocessor dari Intel dengan model 4004, 8088, 80286, 80386, 80486, dan Pentium.
Pentium-4 merupakan produksi terbaru dari Intel Corporation yang diharapkan dapat menutupi segala kelemahan yang ada pada produk sebelumnya. Di samping itu, kemampuan dan kecepatan yang dimiliki Pentium-4 juga bertambah menjadi 2 Ghz.Tahun 2001 Intel mengumumkan prosesor Itanium yang merupakan prosesor dengan basis arsitektur 64 bit (IA-64) pertama.Meskipun komputer pada generasi ini ukuran fisiknya menjadi lebih kecil dan sederhana namun memiliki kemampuan yang semakin canggih.
Karakteristik Komputer Generasi  V:
a. Resolusi gambar yang bagus
b. Komputer 32 bit dan 64 bit.
c. Teknologi AI (Artificial Inteligence)
d. Munculnya Smarphone.
e. Berbasic GUI (Graphical User Interface)

Contoh-contoh komputer yang lahir pada generasi kelima berbasis x86, seperti chip 286 yang diperkenalkan pada tahun 1982 dengan 134.000 transistor, kemudian chip 386 pada tahun 1983 dengan 275.000 transistor, sedangkan chip 486 diperkenalkan tahun 1989 yang memiliki 1,2 juta transistor.Selanjutnya pada tahun 1993 Intel memperkenalkan keluarga prosesor 586 yang disebut Pentium 1 dengan jumlah transistor 3,1 juta untuk melakkan 90 MIPS (Million Instruction Per Second). Kemudian dilanjutkan pada generasi berikutnya yaitu Pentium 2, 3, dan 4.
Selanjutnya, sekaligus kita membahas beberapa perangkat computer, diantaranya:
1. Monitor à Monitor ini mempunyai fungsi sebagai alat output yaitu tempat untuk mengeluarkan hasil proses yang dilakukan oleh komputer berupa informasi yang dibutuhkan oleh pemakai komputer.

2. CPU (Central Processing Unit) à berfungsi sebagai pengendali proses kinerja computer dengan kata lain yaitu sbagai tempat mengatur semua instruksi program pada komputer & sebagai pengelola semua aktivitas kinerja di dalam komputer.

3. Printer àberfungsi untuk untuk mencetak data seperti tulisan, gambar/foto pada kertas.

4. Scanner àScanner ini seperti mesin fotocopy & berfungsi untuk mengkopy data objek & dipindahkan kedalam memory komputer & hasilnya dapat dilihat pada monitor komputer.

5. Mouse àberfungsi untuk menunjuk posisi kursor / pointer pada layar komputer secara cepat.

6. Keyboard à berfungsi untuk mengetik/memasukkan huruf, angka, karakter khusus serta melakukan perintah-perintah untuk menyimpan file & membuka file.

7. Speaker àberfungsi untuk merubah gelombang listrik dari perangkat audio menjadi gelombang suara atau getaran.

8. Modem àberfungsi alat komunikasi dua arah & saat ini lebih digunakan untuk menghubungkan komputer ke jaringan internet.




Beberapa bidang yang memicu perkembangan teknologi informasi, seperti berikut.
1. Bidang Pendidikan : Pembelajaran berbasis internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di tempat yang sama.
2. Bidang Pemerintahan : Mengacu pada penggunaan teknologi informasi pemerintahan seperti penggunaan internet untuk menghubungkan keperluan penduduk, bisnis dan kegiatan lainnya.
3. Bidang Keuangan dan Perbankan : Diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal Internet Banking.

Manfaat Mempelajari Sejarah Perkembangan Sistem Informasi dan Teknologi Informasi.
Mempelajari sejarah perkembangan teknologi informasi dapat memberikan manfaat, diantaranya adalah kita menjadi mengetahui dan memahami perjalanan sejarah perkembangan teknologi informasi yang diawali pada era pra sejarah hingga masa kini.
Demikian ulasan singkat tentang sejarah perkembangan system informasi dan teknologi informasi. Semoga dapat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan bagi kita semua terkait perkembangan teknologi pada umumnya.



R E F E R E N S I

Wikipedia. Teknologi Informasi. Diambil dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi (Diupdate 25 Oktober 2017).

Learn Science With Ilmusiana. Sejarah Komputer dan Perkembangannya. Di ambil dari : http://www.ilmusiana.com/2015/09/sejarah-komputer-dan-perkembangannya.html

http://www.academia.edu/9070469/Perkembangan_Sistem_Informasi




Sekian, terima kasih.
Kritik dan saran sangat membantu^^
Wa’alaikumsalam, wr,wb.